Bahas Pekat dan Perpecahan Pilkada, FK UMAT Rakor

0

ROHUL, AMIRARIAU.COM-Forum Komunikasi Ulama, Cendikiawan dan Tokoh Adat (FK-UMAT) Rokan Hulu (Rohul), rapat koordinasi membahas permasalahan umat, khususnya penyakit masyarakat (pekat) dan perpecahan ulama maupun adat jelang Pilkada 9 Desember 2015.

Rakor yang dipimpin Ketua Dewan Pimpinan FK-UMAT Rohul, Ustad Yulisman, Dewan Penasehat, H T.Rafli Armien, dan Dewan Pakar Damsir Ali, tokoh agama Khalifah Basyir, serta Pengurus FK –UMAT juga perwakilan etnis di ruang rapat gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Rohul.

Menurut ustad Yulisman, yang melatarbelakangi sejarah berdirinya FK-UMAT Rohul, yakni banyaknya permasalahan baik terkait pekat, perpecahan tokoh agama, tokoh adat, ulama sehingga melalui rapat tersebut bisa mencari solusi.

”Ini merupakan tahap awal kegiatan FK-UMAT, nantinya kita bisa bahu membahu mengatasi permasalahan yang ada saat ini di negeri seribu suluk. Kita juga tengah menyusun kreteria pemimpin menurut agama, adat dan akademisi. Sehingga masyarakat nantinya bisa memilih pimpinan di Pilkada memiliki garis acuan sesuai kreteria yang sudah dirumuskan,” sebut Yulisman kepada wartawan, Sabtu (3/10).

Ditambahkan Tengku Rafli, hasil rumusan rakor itu nantinya disampaikan ke masyarakat melalui buku kecil.

”Yang paling terpenting, bagaimana kita menyikapi permasalahan di Rohul saat ini, baik terkait kekhawatiran peredaran narkoba, kafe yang kian menjamur serta perpecahan dengan adanya Pilkada,” sebutnya.

Yuslisman dan Tengku Rafli berharap, terutama terkait Pilkada Rohul, beda pilihan itu wajar namun diharapkan nantinya tidak menimbulkan perpecahan di tengah umat. Apalagi saat ini, antara tim sukses satu dengan lainnya saling ejek, sehingga dapat merusak persatuan umat.

”Dari rapat yang digelar, hasilnya nanti kita bentuk tim perumus. Dan hasil dari rapat, kita sampaikan ke masyarakat yang penyebarannya melalui dakwah,” harap keduanya.

Yulisman mengakui, FK-UMAT Rohul sendiri, terdiri dari 3 dewan penasehat yakni Kakankemenag, Ketua MUI dan Ketua LAM Rohul. Kemudian, ada 5 sekretariatan dan 11 dewan pakar.

”Nantinya, akan digelar lagi rapat secara bertahap, sehingga nantinya bisa merumuskan apa permasalahan yang dihadapi umat saat ini, baik terkait permasalahan pekat, maupun permasalahan perpecahan akibat Pilkada Rohul,” sebut Yulisman. (Yus)