Angka Kemiskinan Naik, Suhardiman: Pemprov Riau Kurang Optimal Gunakan APBD 2018

Pekanbaru, AmiraRiau.Com-Melonjaknya angka kemiskinan di Provinsi Riau merupakan bukti pemerintah sudah gagal dalam menjalankan roda pemerintahan. Demikian dikatakan Sekretaris Komisi C DPRD Riau, Suhardiman Amby, Rabu (2/1).

Sebagai informasi, angka kemiskinan di Riau pada tahun 2018 sebesar 500.400 jiwa meningkat 4.010 jiwa dibandingkan tahun 2017 yang hanya 496.390 jiwa.

Dikatakan Suhardiman, sebaran angka kemiskinan di Riau dapat saja ditekan jika pemerintah optimal menjalankan perannya dalam menaikan ekonomi di sejumlah sektor. Pasalnya, kata Suhardiman, salah satu indikator keberhasilan pemerintah ada pada peningkatan kesejahteraan.

Lebih lanjut, politisi Hanura ini menilai lonjakan angka kemiskinan juga menandakan pemprov Riau kurang optimal dalam menggunakan APBD 2108.

“Kalau tidak ada peningkatan, pengangguran meningkat, kemiskinan meningkat. Itu tanda pemerintah gagal,” tandasnya kepada Gatra.com di Gedung DPRD Riau.

Suhardiman pun berharap transisi kekuasaan ke Syamsuar-Edy Natar nantinya dapat mengurai persoalan kemiskinan di Bumi Lancang Kuning.

Sementara itu Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi mengatakan meski angka kemiskinan melonjak, presentase jumlah penduduk miskin di Riau justru menurun. Menurut Hijazi tren penurunan presentase kemiskinan itu sudah terjadi sejak 2016 silam.

“Pada tahun 2015 ada sebanyak 8,82% penduduk miskin di Riau. Sementara tahun 2016, menurun menjadi 7,67%. Penurunan persentase berlanjut di tahun 2017, menjadi 7,41%, dan di tahun 2018 menjadi 7,39%,” paparnya, dilansir gatra.com.

Terkait penyebab meningkatnya angka kemiskinan, mantan kepala dinas perindustrian di kota Batam itu menyebut perpindahan penduduk dan anjloknya harga komoditi kelapa sawit.

”Orang luar yang masuk ke Riau umumnya tergolong miskin. Sehingga menambah jumlah kuantitas penduduk miskin di Riau. Selain itu harga komoditi seperti kelapa sawit anjlok beberapa bulan ini,” paparnya. (e2)

Suhardiman Amby. (f: int)

Previous Agar Tahanan Tak Tidur Bak Kelelawar, Ditjen Minta Pecandu Direhab
Next Batas Pemberkasan CPNS Ditunggu Februari, BKN: Setelah Itu Tidak Ada Toleransi

About author