Akan Lakukan Aksi, Ini Alasan FPPMM dan Jawaban PLTU Tenayan Soal Dugaan Pencemaran Sungai Siak

Suhermanto: Kita Serius Dalam Upaya Penyelamatan Lingkungan

Situasi pelabuhan bongkar muat batubara di PLTU Tenayan.

PEKANBARU, AmiraRiau.com- Forum Pemuda Peduli Masyarakat Miskin (FPPMM), Kecamatan Rumbai Timur, Kota Pekanbaru, akan melakukan aksi damai di PT. PLN NP Unit Pembangkit Tenayan atau PLTU Tenayan.

“Aksi damai itu, merupakan bentuk kekecewaan terhadap tidak digubrisnya permohonan klarifikasi terkait dugaan pencemaran Sungai Siak akibat tumpahan batubara,” kata Danang Sufrianda, Ketua FPPMM Rumbai Timur, Jumat (1/3/2024).

Dalam aksi itu nantinya, FPPMM akan membeberkan bukti yang didapat berdasarkan hasil investigasi bersama Ketua FPPMM Kota Pekanbru, Suhermanto, SH.

Aksi itu nantinya, ujar Danang, akan diberi tema “Selamatkan Sungai Siak”.

Sudah Bertemu

Humas PLTU Tenayan, Junaidi, ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, Jumat (1/3/2024) sore, menyebutkan bahwa sudah bertemu dan berkomunikasi dengan Ketua FPPMM Rumbai Timur, Danang Sufrianda, Kamis (29/1/2023).

“Kemarin saya dengan atasan saya sudah ketemu dan komunikasi dengan mereka,” ujar Junaidi dalam keterangannya.

Untuk memperkuat keterangannya, Junaidi juga mengirimkan beberapa foto pertemuan antara PLTU dengan Ketua FPPMM Rumbai Timur.

Menanggapi itu, Danang Sufrianda membenarkan telah bertemu pihak PLTU Tenayan. Namun, menurutnya, pertemuan itu tidak menghasilkan apa-apa.

“Tidak ada kesimpulan,” tegas Danang.

Kata Danang, FPPMM meminta pertemuan resmi atau balas saja surat permohonan klarifikasi yang sudah dikirim beberapa waktu lalu.

Ketua FPPMM Kota Pekanbaru, Suhermanto, menjelaskan dalam hal ini akan melakukan upaya serius dalam penyelamatan lingkungan.

“Kita akan lakukan upaya serius dalam penyelamatan lingkungan, Minggu depan kita akan kirimkan tim ke KSOP, meminta agar dilakukan appraisal pada pelabuhan baik secara kelayakan ataupun dokumen lainnya,” tutur Suhermanto.

“Karena kita menduga tumpahan batu bara tersebut akibat kurang baiknya sistem instalasi pada pelabuhan,” kata Suhermanto.

Permintaan klarifikasi ini bermula dari FPPMM yang setelah menerima laporan dan melakukan pengecekan ke lapangan tentang tumpahan batubara di sekitar pelabuhan bongkar muat batubara di PLTU Tenayan.

Danang mengaku, FPPMM punya bukti kuat bahwa dasar sungai di PLTU Tenayan sudah dipenuhi oleh batubara yang kemungkinan besar tumpah dari kegiatan bongkar muat pada pelabuhan PLTU Tenayan.

Surat permintaan klarifikasi dikirim pada 26 Februari 2024 dan diantar langsung oleh Ketua FPPMM Rumbai Timur, Danang Sufrianda.(cei)***

Menampilkan Gambar dengan HTML gambar