306 JH Rohil Sudah Pulang, Bupati Suyatno Sampaikan Rasa Syukur yang Mendalam

0

DUMAI, AMIRARIAU.COM-Seluruh Jemaah Haji (JH) Rokan Hilir (306 jemaah, red) dinyatakan terbebas dari virus Mers-CoV. Kepastian itu, ditandai dengan tidak ada satupun JH yang diisolasi saat melewati Termo Scanner yang disiapkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Dumai untuk memantau suhu badan saat datang.

Kepala Kantor Kementerian Agama Rohil, Agustiar, S.Ag sesaat sebelum JH Rohil bertolak dari Dumai menuju Rohil, Selasa (6/10/15) menyatakan, sampai saat itu, pihaknya belum ada mendapat laporan JH Rohil yang diisolasi, dengan demikian, bebas dari Virus Mers-CoV.
Sebelum kedatangan JH, Azwar, Kasubag TU KKP kelas III Dumai menjelaskan, pihaknya telah menyediakan alat Termo Scanner, kegunaanya untuk memantau suhu badan JH.

”Termo scanner, kegunaannya untuk memantau suhu badan jemaah haji nanti. Kalau nanti jemaah haji suhu badannya 38 (38 derjat celcius, red), kami dari petugas KKP Dumai mengisolasikan. Selanjutnya kami rujuk ke rumah sakit. Kalaupun dirawat, dirawat disitu,” katanya.

Namun jika tidak ada JH yang suhu badanya 38 derjat celcius tersebut, berarti JH tidak ada gejala-gejala Mers-CoV, sehingga mereka bisa dipulangkan.

Atas kepulangan JH tersebut, Bupati Suyatno menyampaikan rasa syukur yang dalam, karena mereka sudah selamat sampai ke tanah air, khususnya di Kota Dumai.

”Dari keberangkatan jemaah haji kita pada saat itu, 307 orang, tapi Allah berkehendak lain, satu orang wafat di Mekkah dan 306 orang kembali ketanah air, dalam keadaan sehat walafiat, tentunya kita doakan semoga para jemaah haji kita mendapat haji mabrur,” kata Suyatno ketika diwawancara di Pelabuhan Penumpang Dumai, usai melaksanakan prosesi tepuk tepung tawar.

Bupati Suyatno mengapresiasi atas bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Dumai, PT Pelindo, KKP, KP3, Syahbandar, termasuk masyarakat Rokan Hilir yang berada di Dumai, mereka telah melakukan penyambutan dengan meriah.

Atas hangatnya sambutan masyarakat Rohil di Dumai tersebut, ketika ditanya apakah ada kemungkinan untuk pemberangkatan dan pemulangan JH Rohil untuk tahun-tahun mendatang akan melewati Dumai (jalur laut, red), dia masih melihat perkembangannya.

”Nanti kita lihat perkembangannya. Ini karena cuaca yang tidak bersahabat dengan kita. Insya Allah perkembangan kita lihat seperti apa, kalau memungkinkan pakai pesawat udara kita usahakan itu, tapi kalau tidak memungkinkan, kita lewat kapal laut saja,” jawabnya.

Terkait pemulangan, JH Rohil katanya dibagi menjadi dua rayon, rayon Baganbatu dan sekitarnya, disusul rayon Bagansiapiapi dan sekitarnya dengan jumlah armada bus yang dipersiapkan 12 unit, termasuk beberapa truk untuk mengangkut barang JH dan petugas.
Dapatnya informasi pembatalan melalui jalur udara dari Batam ke Pekanbaru, Senin (5/10/15) sekira pukul 9.00 WIB dari panitia, pihaknya tidak mau memaksakan menunggu yang tidak tahu ujung pangkalnya tersebut, maka diputuskan untuk melewati jalur laut, melalui Dumai. (andi)